Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 01 Mei 2012

“Pendekatanp-Pendekatan Dan Model-Model Pembelajaran Yang Efektif


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
            Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Manusia yang selalu diiringi dengan pendidikan, kehidupannya akan selalu berkembang kearah yang lebih baik.  Tidak  adakehidupan manusia  yang tidak bergerak, dan tidak ada manusiapun yang hidup dalam stagnasi peradaban manusia. Dan semuanya itu bermuara pada pendididkan, karena pendidikan adalah pencetak kehidupan manusia.
            Adanya peerkembangan kehidupan, pendidikan pun mengalami dinamika yang semakin lama semakin berkembang dan berusaha beradaptasi dengan gerak perkembangan yang dinamis tersebut. Itulah sebabnya, pendididkan yang diterapkan pada siswa sekarang  tidak sama dengan pendidikan yang  di lakukan oleh orang tua kita dulu.
            Ada sebuah fenomena yang menarik yang terjadi dikalangan siswa saat sedang belajar disekolah, yang mungkin pernah juga kita alami dulu. Setiap masuk kelas dengan pelajaran yang sulit dan guru yang terkenal  galak, biasanya akan merasa terbebani dan tidak nyaman dalam belajar. Sebaliknya, saat mendengar bahwa guru sedang rapat, berhalangan hadir, sedang sakit, atau saat ada pembatalan ujian, maka mereka akan berteiak kegirangan dan bersorak-sorai. Hal tesebut tentu membuat kita menjadi miris dan menyayangkanya.
            Maka dari itu kita membutuhkan inovasi pembelajaran agar siswa menjadi bersemangat, mempunyai motivasi untuk belajar. Hal ini dapat dijadikan sebagai terobosan yang patut dihargai dan diujicobakan.
            Pada dasarnya sekolah tidak hanya untuk mencari nilai, skor, peingkat atau semacamnya, akan tetapi merupakan sarana belajar untuk  kehidupan. Inti dari pendidikan dikelas adalah bagaimana paara siswa bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia dalam mengikuti pelajaran dikelas,bukanya terbebani dan menjadikan pelajaran dikelas sebagai momok yang menakutkan. Dengan begitu siswa bisa  mendapatkan pengetahuan dengan baik.
            Dengan penjelasan diatas  menarik buat penulis untuk membuat makalah dengan judul “Pendekatanp-Pendekatan Dan Model-Model Pembelajaran Yang Efektif”.
1.2  Tujuan
            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan macam-macam pendekatan pembelajaran untuk peserta didik, sehingga dapat mempermudah seorang guru dalam proses pembelajaran kepada siswanya begitupula kepada anak didik dapat menyerap materi dengan baik.


















BAB II
PEMBAHASAN

            Jika anda benar-benar melakukan hal-hal yang baik, maka persejatailah diri anda dengan lebih banyak bukti dari pada yang anda kira anda perlukan (win wenger, 2011:168). Metode dan teknik mempunyai tujuan yang sama namun pengertianya berbeda. Metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan, sedangkan teknik adalah cara mengerjakan sesuatu.metode mempunyai pengertian yang lebih luas,ideal dan lebih konseptual di bandingkan teknik (muh. Saleh hamid, 2011:20). Mengutip pernyataan diatas maka semestinya pendekatan yang harusnya diterapkan dalam pendidikan kita adalah dengan memvariasikan proses pembelajaran dengan beberapa pendekatan dengan beberapa meetode dan teknik yang berbeda namun disatukan dalm satu proses pembelajaran. Sehingga siswa dapat merasakan kesenangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Di bawah ini penulis akan mencoba membahas beberapa jenis pendekatan dan metode yang tepat dalam pembelajaran.
A.   Jenis-Jenis Pendekatan Pembelajaran
            Menurut ahli pendidikan modern, belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau peerubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah yang baru berkat pengalaman dan latihan. Emest R. hilgard dalam buku theories of learning memberikan batasan pengertian belajar, ia menyatakan bahwa learning is a process by an activity originates or changed through training procedures (whether is the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factor not attribute able to training.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa inti pembelajaran itu sebagai suatu proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkunganya.
Untuk menghasilkan pembelajaran yang evektif sebaiknya kita memahami kondisi siswa yang akan kita hadapi.
1.    Pendekatan behavioristik
            Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan atau input yaitu berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi diantara stimulus dan respons itu dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati. Hasil belajar adalah hal yang sangat menentukan apakah seseorang dikatakan berhasil atau malah sebaliknya yaitu gagal. Hal ini tanpa melihat proses untuk memperoleh hasil belajar itu sendiri.
2.    Pendekatan kognitif
            Menjelang berakhirnya tahun 1950-an banyak kritik yang muncul terhadap behaviorisme. Kognitivisme tidak seluruhnya menolak gagasan behaviorisme, namun lebih cenderung pada perluasannya. Pakar psikologi kognitif modern berpendapat bahwa belajar melibatkan proses mental yang kompleks, termasuk memori, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah.
*      Beberapa tokoh yang berperan dalam teori belajar ini adalah:
-          Tollman yang menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar               memperkuat respon melalui penguatan
-          Jerome Bruner yang memiliki gagasan berdasarkan kategorisasi “memahami adalah kategorisasi, konseptualisasi adalah kategorisasi, belajar adalah membentuk kategori-kategori, membuat keputusan adalah kategorisasi.”
-          Noam Chomsky yang berpendapat bahwa otak manusia memiliki “hardware” untuk bahasa sebagai hasil dari evolusi
-          Piaget yang memiliki asumsi dasar kecerdasan manusia dan biologi organism berfungsi dengan cara yang sama. Keduanya adalah sistem terorganisasi yang secara konstan berinteraksi dengan lingkungan
-          Vygotsky yang berpendapat bahwa ada perbedaan antara konsep dan bahasa ketika seseorang masih belia, tetapi seiring berjalannya waktu keduanya akan menyatu. Bahasa mengekspresikan konsep, dan konsep digunakan dalam bahasa.
3.    Pendekatan konstruktif
            Apabila Behaviorisme dan kognitivisme memandang pengetahuan sebagai suatu yang eksternal dan proses belajar sebagai kegiatan internalisasi pengetahuan maka konstruktivisme beranggapan bahwa pebelajar bukanlah bejana yang kosong untuk selanjutnya diisi dengan pengetahuan. Melainkan, pebelajar adalah organisme aktif yang berusaha menciptakan makna. Pebelajar memilih cara belajarnya sendiri. (Driscoll: 2000)
            Berikut ini akan dikemukakan ciri-ciri pembelajaran yang konstruktivis menurut beberapa literatur yaitu :
1)    Pengetahuan dibangun berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya
2)    Belajar adalah merupakan penafsiran personal tentang dunia
3)    Belajar merupakan proses yang aktif dimana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman
4)    Pengetahuan tumbuh karena adanya perundingan (negosiasi) makna melalui berbagai informasi atau menyepakati suatu pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan orang lain
5)    Belajar harus disituasikan dalam latar (setting) yang realistik, penilaian harus terintegrasi dengan tugas dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah. (Yuleilawati, 2004 :54)
Sedangkan menurut Siroj (http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/43/rusdy-a-siroj.htm) ciri-ciri pembelajaran yang konstruktivis adalah :
1)    Menyediakan pengalaman belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sedemikian rupa sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan.
2)    Menyediakan berbagai alternatif pengalaman belajar, tidak semua mengerjakan tugas yang sama, misalnya suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara.
3)    Mengintegrasikan pembelajaran dengan situasi yang realistik dan relevan dengan melibatkan pengalaman konkrit, misalnya untuk memahami suatu konsep melalui kenyataan kehidupan sehari-hari.
4)    Mengintegrasikan pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya transmisi sosial yaitu terjadinya interaksi dan kerja sama seseorang dengan orang lain atau dengan lingkungannya, misalnya interaksi dan kerjasama antara siswa, guru, dan siswa-siswa.
5)    Memanfaatkan berbagai media termasuk komunikasi lisan dan tertulis sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
6)    Melibatkan siswa secara emosional dan sosial sehingga menjadi menarik dan siswa mau belajar.

4.    Pendekatan holistic
            Adalah pendekatan yang memandang bahwa kepribadian individu terdiri dari banyak unsure yakni:intelek, emosi, dorongan motivasi dan imajinasi(claird, 1995).
            Beberapa tokoh klasik perintis pendidikan holistik, diantaranya : Jean Rousseau, Ralph Waldo Emerson, Henry Thoreau, Bronson Alcott, Johann Pestalozzi, Friedrich Froebel dan Francisco Ferrer. Berikutnya, kita mencatat beberapa tokoh lainnya yang dianggap sebagai pendukung pendidikan holistik, adalah : Rudolf Steiner, Maria Montessori, Francis Parker, John Dewey, John Caldwell Holt, George Dennison Kieran Egan, Howard Gardner, Jiddu Krishnamurti, Carl Jung, Abraham Maslow, Carl Rogers, Paul Goodman, Ivan Illich, dan Paulo Freire.
            Tujuan pendidikan holistik adalah membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui pendidikan holistik, peserta didik diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri (learning to be). Dalam arti dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya (Basil Bernstein).
5.    Pendekatan ilmiah
            Yaitu pendekatan yang beranggapan bahwa transformasi subtansi pembelajaran dan pemecahan masalah pendidikan menggunakan acuan kerja yang di anut dalam dunia ilmu.
6.    Pendekatan humanis
            Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis. Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
  1. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
  2. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
  3. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
  4. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
  5. Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas.
            Pendekatan humanistik ini mempunyai akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegaard, Nietzsche, Heidegger, dan Sartre.
7.    Pendekatan motivasional
            Adalah pendekatan yang menekankan teori harapan dan nilai yang merupakan produk dari dua kekuatan utama yakni: harapan individu untuk mencapai tujuan dan nilai tujuan bagi individu. Mengobarkan motivasi belajar dalam diri siswa (motivasi intrinsik) dapat dilakukan oleh seorang guru yang mempunyai kesabaran. Setiap siswa adalah individu yang unik, yang mempunyai tingkat kemampuan, minat, dan bakat yang berbeda-beda, baik dalam hal intensitas maupun arah. Guru yang mempunyai tingkat kesabaran tinggi akan dapat menunjukkan kepada siswa-siswanya bahwa semua orang mampu mempelajari sesuatu (termasuk materi ajar di kelas), walaupun dengan alokasi waktu dan upaya yang berbeda-beda.
*      Di atas adalah  pendekatan dasar dan merupakan dasar teori pendidkan yang dianut dalam pendidikan, kemudian penulis dibawah ini akan menambahkan beberapa teori sebagai pelengkap untuk mendapatkan proses belajar mengajar yang evektif.

a.    Pendekatan Konsep
            Pada pendekatan model ini siswa dibimbing memahami suatu bahasan dengan memahami konsep-konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi sasaran utama pembelajaran. Pendekatan ini kurang memperhatikan aspek student centre. Guru terlalu dominan dan siswa membimbing untuk memahami konsep.
b.    Pendekatan Lingkungan
            Penggunaan pendekatan lingkungan berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar. Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan.
c.    Pendekatan Inkuiri
            Melakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik, yaitu dengan menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli penelitian (Dettrick, G.W. 2001). Dalam pendekatan inkuiri berarti guru merencanakan situasi sedemikian rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang lantang, membuat ramalan, dan penjelasan yang menunjang pengalaman.
d.    Pendekatan Proses                  
            Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses atau langkah-langkah ilmiah seperti melakukan pengamatan, menafsirkan data, dan mengkomunikasikan hasil pengamatan.
e.    Pendekatan Interaktif
Dikenal juga sebagai pendekatan pertanyaan anak, memberi kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan pertanyaan yang mereka ajukan.
f.     Pendekatan Pemecahan Masalah
            Pendekatan pemecahan masalah berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan. Dalam pendekatan pemecahan masalah ini ada dua versi. Versi yang pertama siswa dapat saja menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan data, menyusun data, dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke pemecahan masalah. Dalam versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan bahan dan membantu memberi pentunjuk.
g.    Pendekatan Sains Teknologi dan Masyarakat (STM)
            Dalam rangka mewujudkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat telah dikembangkan bahan kajian pengajaran sains dalam bentuk Sains, Teknologi, dan Masyarakat (S-T-M) (Depdikbud, 1992). STM ini merupakan peng-Indonesiaan dari Science, Technlogy and Society. Dalam pengajaran sains siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep sains, tetapi juga diperkenalkan pada aspek teknologi, dan bagaimana teknologi itu berperan di masyarakat (Depdikbud, 1992).
h.    Pendekatan Terpadu (Integrated Approach)
            Pendekatan ini merupakan pendekatan yang intinya memadukan dua unsure atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran. Unsure pembelajaran yang dipadukan dapat berupa konsep dengan proses, konsep dari satu mata pelajaran dengan konsep mata pelajaran lain, atau dapat juga berupa penggabungan suatu metode dengan metode lain.

B.   Implementasi pendekatan dalam praktis pendidikan
            Metode pembelajaran sangat penting dikuasai oleh seorang guru,Tujuanya untuk menghasilkan proses belajar yang evektif. Dengan metode yang cocok memudahkan siswa untuk menerima materi yang diberikan. Dibawah ini penulis akan coba menjelaskan beberapa metode dalam kaitanya dengan pembelajaran yang evektif.
1.    Metode Ceramah
            Metode ceramah sudah ada sejak adanya pendidikan, metode ini lebih dikenal dengan metode tradisional. Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa.
*      Kelebihan Dan Kekurangan Metode Ceramah
            Adapun kelebihan dari metode ceramah adalah:
1.    Guru mudah menguasai kelas
2.    Mudah dilaksanakan
3.    Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah besar;dan
4.    Guru dapat menerangkan banyak bahan pelajaran kepada siswa.
            Sedangkan kekurangan dari metode ceramah adalah:
1.    Siswa yang lebih tanggap dari sisi visual akan merasa dirugikan,sedangkan siswa yang lebih tanggap terhadap kemampuan auditnya,akan mendapatkan manfaat yang lebih besardari metode ini.
2.    Bila terlalu lama, metode ini membuat siswa merasa bosan
3.    Sukar untuk mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar siswa
4.    Menyebabkan siswa menjadi pasif.

2.    Metode proyek
            Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajaranya. Tujuanya adalah agar siswa teertarik untuk belajar.
*      Kelebihan Dan Kekurangan Metode Proyek
            Berikut adalah beberapa kelebihan dari metode proyek:
1.    Dapat merobak pola pikir siswa daari sempit menjadi luas.
2.    Siswa dibina untuk mebiasakan diri mennerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan secara terpadu.
            Sedangkan kekurangan dari metode ini adalah:
1.    Kurikulum yang digunakan dinegeri kita ini belum menunjangpelaksanaan meetode ini baik secar vertical maupun horizontal.
2.    Organisasi bahan pelajaran, perencanaan dan pelaksanaan metode ini sukar,harus memerlukan keahlian khusus dari seorang guru.
3.    Harus dapat memilih topik yang tetapsesuai kebutuhan siswa.
4.    Bahan pelajaran sering menjadi luas, sehingga dapat menggabungkan pokok unit yang di bahas.

3.    Metode latihan
Metode latihan atu drill juga bisa disebut dngan metode training. Metode ini merupakan metode yang digunakan guru untuk mengajar dalam upaya menanamkan berbagai kebiasaan atau keterampalan tertentu kepada siswa. Dengan begitu mereka akan menguasai keterampilan atau kebiasaan baru, sebagai bekal dalam kehidupan mereka kelak.
*      Kelebihan dan kekurangan
            Adapun kelebihan dari metode ini adalah :
1.    Siswa dapat memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
2.    Siswa dapaat memperoleh kecakapan mental,missal dalam perkalian, penjumlahan, pengurangn  dll.
3.    Siswa dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan ataupun kecepatan dalam pelaksanaan.
            Adapun kekurangan dari metode ini adalah:
1.    Menghambat bakat dan inisiatif siswa
2.    Menimbulkan penyesuaian secara statis
3.    Membosankan
4.    Datpat menimbulkan veerbalisme

4.    Metode Diskusi
            Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Metode diskusi ini sering dipertukarkan dalam penggunaannya dengan metode tanya jawab. Dalam diskusi dapat saja muncul pertanyaan, tetapi pertanyaan tersebut tidak direncanakan terlebih dahulu. Dalam diskusi terjadi menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat.
*      Kelebihan dan kekurangan meetode diskusi
            Adapun kelebihan dari metodde ini adalah:
2.    Menyadarkan kepada siswa bahwa pemecahan masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.
3.    Siswa saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga mendapatkan keputusan yang lebih baik.
4.    Membiasakan siswa untuk menddengarkan pendapat orang lain. Dalam artian terjadi sikap toleransi.
            Sedangkan kekurangannya adalah:
1.    Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
2.    Peserta diskusi mendapatkan informasi yang terbatas.
3.    Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
4.    Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.

5.    Metode Demonstrasi
            Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Peragaan suatu proses dapat dilakukan oleh guru sendiri atau dibantu beberapa siswa, dapat pula dilakukan oleh sekelompok siswa. Metode ini dapat membantu pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih mudah memahami.

6.    Metode Karyawisata/Widyawisata
            Metode karyawisata/widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar kelas. Widyawisata ini suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu objek tertentu untuk dipelajari atau untuk memperoleh informasi yang diperlukan.
            Karyawisata dapat dilakukan di sekitar sekolah atau ditempat lain. Kegiatan belajar di luar kelas ini mungkin dipimpin oleh guru sendiri, atau oleh pembimbing lain seperti petugas lapangan di kebun raya, museum, dan sebagainya.

7.    Metode Pemberian Tugas Dan Pembacaan (Recitation)
            Dalam konteks ini, guru memberikan suatu tugas kepada siswa dan mengaitkannya dengan tugas-tugas yang lain.seperti seorang guru menyruh siswa untuk mencari dan membaca satu buku dan mmbaca buku lain sebagai pembandingnya.
*      Kelebihan dan kekurangan
      Adapun kelebihan daari metode ini adalah:
1.    Pengetahuan yang diperoleh siswa dari hasil belajar sendiri akan diingat lebih lama.
2.    Siswa beerkesempatan untuk memupuk perkembangan dalam mengambil inisiatif dan bertanggung jawab.
            Sedangkan kekuranganya aadalah:
1.    Sering kali siswa melakukan penipuan , dengan menyontek pekerjaan teman kelasnya.
2.    Terkadang tugas ini dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.


8.    Metode Eksperimen
            Metode eksperimen adalah metode pembeerian kessempatan kepad siswa, baik secara perorangan ataupun kelompok, untuk dilatih melakukan suatu percobaan. Dengan meetodde ini diharapkan ia dapat menemukan fakta, mengumpulkan data, dan melakukan eksperimen dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.
*      Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen
            Adapun beberapa kelebihan dari metode ini adalah sebagai berikut:
1.    Siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaanya.
2.    Siswa dapat mengembangkan studi untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) ilmu dan teknologi.
3.    Siswa dapat membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan yang didapatinya.
            Beberapa kelemahan dari metodde ini adalah:
1.    Kurangnya sarana dan prasarana untuk bereksperimen
2.    Jika eksperimen membutuhkan waktu yang lama maka siswa harus menanti untuk melanjutkan pelajaran
3.    Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.










BAB III
PENUTUP
A.   kesimpulan
            Sekolah pertama kali diciptakan, bukan dengan tujuan mendatangkan pelajar atau pembelajar, tapi bertujuan untuk mengumpulkan pendengar atau audiens. Begitu banyak pendekatan dan model pembelajaran yang dapat kita gunakan, dalam proses pembelajaran. Ragam metode dan model mengajar dapat memberi keleluasaan kepada seorang guru untuk menggunakan variasi dalam mengajar. Hal ini digunakan untuk merangsang minat siswa terhadap materi yang diberikan.
            Salah seorang pendidik terkenal,  Jerome S. Bruner, mengatakan bahwa anda dapat dapat mengajarkan suatu gagasan atau konsep kepada siapa saja, pada tingkat usia mana saja asalkan anda bisa menjelaskan itu dengan dengan kosa kata konseptualnya masing-masing. Artinya, memakai istilah yang telah dipahami dan sering digunakan oleh mereka.(Win Wenger, 2011:62). Mengutip penjelasan diatas maka dalam proses pembelajaran penyampaian materi harus kita sesuaikan dengan bahasa keseharian yang di pahami oleh siswa, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang kita berikan. Pada dasarnya pembelajaran yang evektif adalah pembelajaran yang menggabungkan beberapa model pembelajaran dengan menjadikan suasana kelas yangaman sejuk, dan bisa mengajak siswa untuk merasakan ketenangan, kesenangan, namun tetap focus dengan materi yang disampaikan.  Pendekatan-pendekatan yang telah dijelaskan pada makalah ini merupakan hal-hal yang harus diperhatikan oleh kita sebagai calon pendidik. Tinggal bagaimana kita memadukan beberapa cara untuk pembelajaran yang kita inginkan
B.   saran
            penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Penulis bukanlah manusia yang sempurna, melainkan seorang manusia biasa Dialah Allah yang memilikii segala kesempurnaan. Harapan penulis agar diberikan saran dan kritikan yang membangun, demi perbaikan selanjutnya. Mudah-mudahan makalah ini membawa manfaat bagi kita semua dan menjadi amal ibadah yang akan dibalas oleh Allah SWT. Amin.....

DAFTAR PUSTAKA

Shaleh hamid, moh.2011. Metode edutainment. Yogyakarta : diva press
Wenger win. 2011. Beyond teaching & learning : bandung:nuansa
Asril zainal . 2010. Micro teaching : jakarta:pt raja grafindo persada
Sudjana, d. (2000). Strategi pembelajaran. Bandung : falah production.
Yamin, moh. 2009. Menggugat pendidikan indonesia; belajar dari paulo
Fereira dan kihajar dewantara. Yogyakarta: ar-ruzz media

Sanjaya, w. 2007. Strategi pembelajaran, berorientasi standar proses pendidikan. Penerbit kencana prenada media group: jakarta.


Sumber makalah:

Hatimah, “ makalah ilmu pendidikan tentan metode-metode pembelajaran”
Khairil,: implementasi model konstruktivisme dalam pembelajaran” :2009
Tanpa nama, “pendekatan pembelajaran”


Sumber  artikel:

Suhadi,”motifasi belajar menggunakan pendekatan belajar tuntas”, 2009
Akhmad sudrajat”strategi, teknik, dan model pembelajaran”, 2008
Akhmad sudrajat”tentang Pendidikan holistic”, 2008
Tanpa nama, “teori perkembangan cognitive”








 

tv online

Widget TV Online Mivo TV Online