BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat penting dalam
kehidupan manusia. Manusia yang selalu diiringi dengan pendidikan, kehidupannya
akan selalu berkembang kearah yang lebih baik.
Tidak adakehidupan manusia yang tidak bergerak, dan tidak ada manusiapun
yang hidup dalam stagnasi peradaban manusia. Dan semuanya itu bermuara pada
pendididkan, karena pendidikan adalah pencetak kehidupan manusia.
Adanya peerkembangan kehidupan, pendidikan pun mengalami
dinamika yang semakin lama semakin berkembang dan berusaha beradaptasi dengan
gerak perkembangan yang dinamis tersebut. Itulah sebabnya, pendididkan yang
diterapkan pada siswa sekarang tidak
sama dengan pendidikan yang di lakukan
oleh orang tua kita dulu.
Ada sebuah fenomena yang menarik yang terjadi dikalangan
siswa saat sedang belajar disekolah, yang mungkin pernah juga kita alami dulu.
Setiap masuk kelas dengan pelajaran yang sulit dan guru yang terkenal galak, biasanya akan merasa terbebani dan
tidak nyaman dalam belajar. Sebaliknya, saat mendengar bahwa guru sedang rapat,
berhalangan hadir, sedang sakit, atau saat ada pembatalan ujian, maka mereka
akan berteiak kegirangan dan bersorak-sorai. Hal tesebut tentu membuat kita menjadi
miris dan menyayangkanya.
Maka dari itu kita membutuhkan inovasi pembelajaran agar
siswa menjadi bersemangat, mempunyai motivasi untuk belajar. Hal ini dapat
dijadikan sebagai terobosan yang patut dihargai dan diujicobakan.
Pada dasarnya sekolah tidak hanya untuk mencari nilai,
skor, peingkat atau semacamnya, akan tetapi merupakan sarana belajar untuk kehidupan. Inti dari pendidikan dikelas
adalah bagaimana paara siswa bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia dalam
mengikuti pelajaran dikelas,bukanya terbebani dan menjadikan pelajaran dikelas
sebagai momok yang menakutkan. Dengan begitu siswa bisa mendapatkan pengetahuan dengan baik.
Dengan penjelasan diatas
menarik buat penulis untuk membuat makalah dengan judul “Pendekatanp-Pendekatan Dan Model-Model Pembelajaran
Yang Efektif”.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah untuk mendeskripsikan macam-macam pendekatan pembelajaran untuk peserta
didik, sehingga dapat mempermudah seorang guru dalam proses pembelajaran kepada
siswanya begitupula kepada anak didik dapat menyerap materi dengan baik.
BAB II
PEMBAHASAN
Jika anda benar-benar melakukan
hal-hal yang baik, maka persejatailah diri anda dengan lebih banyak bukti dari
pada yang anda kira anda perlukan (win wenger,
2011:168). Metode dan teknik mempunyai tujuan yang sama namun pengertianya
berbeda. Metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan,
sedangkan teknik adalah cara mengerjakan sesuatu.metode mempunyai pengertian
yang lebih luas,ideal dan lebih konseptual di bandingkan teknik (muh. Saleh
hamid, 2011:20). Mengutip pernyataan diatas maka semestinya pendekatan yang
harusnya diterapkan dalam pendidikan kita adalah dengan memvariasikan proses
pembelajaran dengan beberapa pendekatan dengan beberapa meetode dan teknik yang
berbeda namun disatukan dalm satu proses pembelajaran. Sehingga siswa dapat
merasakan kesenangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Di bawah ini penulis
akan mencoba membahas beberapa jenis pendekatan dan metode yang tepat dalam pembelajaran.
A. Jenis-Jenis
Pendekatan Pembelajaran
Menurut ahli pendidikan modern,
belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau peerubahan dalam diri seseorang
yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah yang baru berkat pengalaman dan
latihan. Emest R. hilgard dalam buku theories
of learning memberikan batasan pengertian belajar, ia menyatakan bahwa learning is a process by an activity
originates or changed through training procedures (whether is the laboratory or
in the natural environment) as distinguished from changes by factor not
attribute able to training. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa inti pembelajaran itu sebagai suatu proses perubahan
tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan
lingkunganya.
Untuk
menghasilkan pembelajaran yang evektif sebaiknya kita memahami kondisi siswa
yang akan kita hadapi.
1.
Pendekatan behavioristik
Menurut teori ini yang terpenting
adalah masukan atau input yaitu berupa stimulus dan keluaran atau output yang
berupa respon. Sedangkan apa yang terjadi diantara stimulus dan respons itu
dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati. Hasil belajar
adalah hal yang sangat menentukan apakah seseorang dikatakan berhasil atau
malah sebaliknya yaitu gagal. Hal ini tanpa melihat proses untuk memperoleh
hasil belajar itu sendiri.
2.
Pendekatan kognitif
Menjelang berakhirnya tahun 1950-an banyak kritik yang
muncul terhadap behaviorisme. Kognitivisme tidak seluruhnya menolak gagasan
behaviorisme, namun lebih cenderung pada perluasannya. Pakar psikologi kognitif
modern berpendapat bahwa belajar melibatkan proses mental yang kompleks,
termasuk memori, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah.
-
Tollman yang menunjukkan bahwa belajar adalah
lebih dari sekedar
memperkuat respon melalui penguatan
-
Jerome Bruner yang memiliki gagasan
berdasarkan kategorisasi “memahami adalah kategorisasi, konseptualisasi adalah
kategorisasi, belajar adalah membentuk kategori-kategori, membuat keputusan
adalah kategorisasi.”
-
Noam Chomsky yang berpendapat bahwa otak
manusia memiliki “hardware” untuk bahasa sebagai hasil dari evolusi
-
Piaget yang memiliki asumsi dasar kecerdasan
manusia dan biologi organism berfungsi dengan cara yang sama. Keduanya adalah
sistem terorganisasi yang secara konstan berinteraksi dengan lingkungan
-
Vygotsky yang berpendapat bahwa ada perbedaan
antara konsep dan bahasa ketika seseorang masih belia, tetapi seiring
berjalannya waktu keduanya akan menyatu. Bahasa mengekspresikan konsep, dan
konsep digunakan dalam bahasa.
3.
Pendekatan konstruktif
Apabila Behaviorisme dan kognitivisme memandang
pengetahuan sebagai suatu yang eksternal dan proses belajar sebagai kegiatan
internalisasi pengetahuan maka konstruktivisme beranggapan bahwa pebelajar
bukanlah bejana yang kosong untuk selanjutnya diisi dengan pengetahuan.
Melainkan, pebelajar adalah organisme aktif yang berusaha menciptakan makna.
Pebelajar memilih cara belajarnya sendiri. (Driscoll: 2000)
Berikut ini akan dikemukakan ciri-ciri pembelajaran yang
konstruktivis menurut beberapa literatur yaitu :
1) Pengetahuan
dibangun berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah ada sebelumnya
2) Belajar
adalah merupakan penafsiran personal tentang dunia
3) Belajar
merupakan proses yang aktif dimana makna dikembangkan berdasarkan pengalaman
4) Pengetahuan
tumbuh karena adanya perundingan (negosiasi) makna melalui berbagai informasi
atau menyepakati suatu pandangan dalam berinteraksi atau bekerja sama dengan
orang lain
5) Belajar
harus disituasikan dalam latar (setting) yang realistik, penilaian harus
terintegrasi dengan tugas dan bukan merupakan kegiatan yang terpisah.
(Yuleilawati, 2004 :54)
Sedangkan menurut Siroj
(http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/43/rusdy-a-siroj.htm) ciri-ciri pembelajaran
yang konstruktivis adalah :
1)
Menyediakan pengalaman belajar dengan
mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sedemikian rupa sehingga
belajar melalui proses pembentukan pengetahuan.
2)
Menyediakan berbagai alternatif pengalaman
belajar, tidak semua mengerjakan tugas yang sama, misalnya suatu masalah dapat
diselesaikan dengan berbagai cara.
3)
Mengintegrasikan pembelajaran dengan situasi
yang realistik dan relevan dengan melibatkan pengalaman konkrit, misalnya untuk
memahami suatu konsep melalui kenyataan kehidupan sehari-hari.
4)
Mengintegrasikan pembelajaran sehingga
memungkinkan terjadinya transmisi sosial yaitu terjadinya interaksi dan kerja
sama seseorang dengan orang lain atau dengan lingkungannya, misalnya interaksi
dan kerjasama antara siswa, guru, dan siswa-siswa.
5)
Memanfaatkan berbagai media termasuk
komunikasi lisan dan tertulis sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.
6)
Melibatkan siswa secara emosional dan sosial
sehingga menjadi menarik dan siswa mau belajar.
4.
Pendekatan holistic
Adalah pendekatan yang memandang bahwa kepribadian
individu terdiri dari banyak unsure yakni:intelek, emosi, dorongan motivasi dan
imajinasi(claird, 1995).
Beberapa tokoh klasik perintis
pendidikan holistik, diantaranya : Jean Rousseau, Ralph Waldo Emerson, Henry
Thoreau, Bronson Alcott, Johann Pestalozzi, Friedrich Froebel dan Francisco
Ferrer. Berikutnya, kita mencatat beberapa tokoh lainnya yang dianggap sebagai
pendukung pendidikan holistik, adalah : Rudolf Steiner, Maria Montessori,
Francis Parker, John Dewey, John Caldwell Holt, George Dennison Kieran Egan,
Howard Gardner, Jiddu Krishnamurti, Carl Jung, Abraham Maslow, Carl Rogers,
Paul Goodman, Ivan Illich, dan Paulo Freire.
Tujuan pendidikan holistik adalah
membantu mengembangkan potensi individu dalam suasana pembelajaran yang lebih
menyenangkan dan menggairahkan, demoktaris dan humanis melalui pengalaman dalam
berinteraksi dengan lingkungannya. Melalui pendidikan holistik, peserta didik
diharapkan dapat menjadi dirinya sendiri (learning to be). Dalam arti
dapat memperoleh kebebasan psikologis, mengambil keputusan yang baik, belajar
melalui cara yang sesuai dengan dirinya, memperoleh kecakapan sosial, serta
dapat mengembangkan karakter dan emosionalnya (Basil Bernstein).
5.
Pendekatan ilmiah
Yaitu pendekatan yang beranggapan bahwa transformasi
subtansi pembelajaran dan pemecahan masalah pendidikan menggunakan acuan kerja
yang di anut dalam dunia ilmu.
6.
Pendekatan humanis
Humanistik adalah aliran dalam psikologi
yang muncul tahun 1950an
sebagai reaksi terhadap behaviorisme
dan psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit
memberikan perhatian pada dimensi manusia
dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis.
Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi Humanistik dari James
Bugental (1964), sebagai berikut:
- Manusia tidak bisa direduksi
menjadi komponen-komponen.
- Manusia memiliki konteks yang unik
di dalam dirinya.
- Kesadaran manusia menyertakan
kesadaran akan diri dalam konteks orang lain.
- Manusia mempunyai
pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
- Manusia bersifat intensional,
mereka mencari makna, nilai, dan memiliki kreativitas.
Pendekatan humanistik ini mempunyai
akar pada pemikiran eksistensialisme dengan tokoh-tokohnya seperti Kierkegaard,
Nietzsche,
Heidegger,
dan Sartre.
7.
Pendekatan motivasional
Adalah pendekatan yang menekankan teori harapan dan nilai
yang merupakan produk dari dua kekuatan utama yakni: harapan individu untuk
mencapai tujuan dan nilai tujuan bagi individu. Mengobarkan motivasi belajar
dalam diri siswa (motivasi intrinsik) dapat dilakukan oleh seorang guru yang
mempunyai kesabaran. Setiap siswa adalah individu yang unik, yang mempunyai
tingkat kemampuan, minat, dan bakat yang berbeda-beda, baik dalam hal
intensitas maupun arah. Guru yang mempunyai tingkat kesabaran tinggi akan dapat
menunjukkan kepada siswa-siswanya bahwa semua orang mampu mempelajari sesuatu
(termasuk materi ajar di kelas), walaupun dengan alokasi waktu dan upaya yang
berbeda-beda.
a.
Pendekatan
Konsep
Pada pendekatan model ini siswa
dibimbing memahami suatu bahasan dengan memahami konsep-konsep yang terkandung
didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan sub
konsep yang menjadi sasaran utama pembelajaran. Pendekatan ini kurang
memperhatikan aspek student centre. Guru terlalu dominan dan siswa
membimbing untuk memahami konsep.
b.
Pendekatan
Lingkungan
Penggunaan pendekatan lingkungan
berarti mengaitkan lingkungan dalam suatu proses belajar mengajar. Lingkungan
digunakan sebagai sumber belajar. Untuk memahami materi yang erat kaitannya
dengan kehidupan sehari-hari sering digunakan pendekatan lingkungan.
c.
Pendekatan
Inkuiri
Melakukan pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan inkuiri berarti membelajarkan siswa untuk mengendalikan
situasi yang dihadapi ketika berhubungan dengan dunia fisik, yaitu dengan
menggunakan teknik yang digunakan oleh para ahli penelitian (Dettrick, G.W.
2001). Dalam pendekatan inkuiri berarti guru merencanakan situasi sedemikian
rupa sehingga siswa didorong untuk menggunakan prosedur yang digunakan para
ahli penelitian untuk mengenal masalah, mengajukan pertanyaan, mengemukakan
langkah-langkah penelitian, memberikan pemaparan yang lantang, membuat ramalan,
dan penjelasan yang menunjang pengalaman.
d. Pendekatan Proses
Pada pendekatan proses, tujuan utama
pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses
atau langkah-langkah ilmiah seperti melakukan pengamatan, menafsirkan data, dan
mengkomunikasikan hasil pengamatan.
e.
Pendekatan
Interaktif
Dikenal
juga sebagai pendekatan pertanyaan anak, memberi kesempatan pada siswa untuk
mengajukan pertanyaan untuk kemudian melakukan penyelidikan yang berkaitan
dengan pertanyaan yang mereka ajukan.
f.
Pendekatan
Pemecahan Masalah
Pendekatan pemecahan masalah
berangkat dari masalah yang harus dipecahkan melalui praktikum atau pengamatan.
Dalam pendekatan pemecahan masalah ini ada dua versi. Versi yang pertama siswa
dapat saja menerima saran tentang prosedur yang digunakan, cara mengumpulkan
data, menyusun data, dan menyusun serangkaian pertanyaan yang mengarah ke
pemecahan masalah. Dalam versi kedua, hanya masalah yang dimunculkan, siswa
yang merancang pemecahannya sendiri. Guru berperan hanya dalam menyediakan
bahan dan membantu memberi pentunjuk.
g.
Pendekatan
Sains Teknologi dan Masyarakat (STM)
Dalam rangka mewujudkan sekolah
sebagai bagian dari masyarakat telah dikembangkan bahan kajian pengajaran sains
dalam bentuk Sains, Teknologi, dan Masyarakat (S-T-M) (Depdikbud, 1992). STM
ini merupakan peng-Indonesiaan dari Science, Technlogy and Society.
Dalam pengajaran sains siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep sains,
tetapi juga diperkenalkan pada aspek teknologi, dan bagaimana teknologi itu
berperan di masyarakat (Depdikbud, 1992).
h.
Pendekatan
Terpadu (Integrated Approach)
Pendekatan ini merupakan pendekatan
yang intinya memadukan dua unsure atau lebih dalam suatu kegiatan pembelajaran.
Unsure pembelajaran yang dipadukan dapat berupa konsep dengan proses, konsep
dari satu mata pelajaran dengan konsep mata pelajaran lain, atau dapat juga
berupa penggabungan suatu metode dengan metode lain.
B. Implementasi
pendekatan dalam praktis pendidikan
Metode pembelajaran sangat penting
dikuasai oleh seorang guru,Tujuanya untuk menghasilkan proses belajar yang evektif.
Dengan metode yang cocok memudahkan siswa untuk menerima materi yang diberikan.
Dibawah ini penulis akan coba menjelaskan beberapa metode dalam kaitanya dengan
pembelajaran yang evektif.
1.
Metode Ceramah
Metode ceramah sudah ada sejak
adanya pendidikan, metode ini lebih dikenal dengan metode tradisional. Metode
ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini
banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu
khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa.
Adapun kelebihan dari metode ceramah
adalah:
1.
Guru
mudah menguasai kelas
2.
Mudah
dilaksanakan
3.
Dapat
diikuti oleh siswa dalam jumlah besar;dan
4.
Guru
dapat menerangkan banyak bahan pelajaran kepada siswa.
Sedangkan kekurangan dari metode
ceramah adalah:
1.
Siswa
yang lebih tanggap dari sisi visual akan merasa dirugikan,sedangkan siswa yang
lebih tanggap terhadap kemampuan auditnya,akan mendapatkan manfaat yang lebih
besardari metode ini.
2.
Bila
terlalu lama, metode ini membuat siswa merasa bosan
3.
Sukar
untuk mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar siswa
4.
Menyebabkan
siswa menjadi pasif.
2.
Metode
proyek
Metode proyek adalah suatu cara
mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan unit-unit
kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajaranya. Tujuanya adalah agar siswa
teertarik untuk belajar.
Berikut adalah beberapa kelebihan
dari metode proyek:
1.
Dapat
merobak pola pikir siswa daari sempit menjadi luas.
2.
Siswa
dibina untuk mebiasakan diri mennerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan
secara terpadu.
Sedangkan kekurangan dari metode ini
adalah:
1.
Kurikulum
yang digunakan dinegeri kita ini belum menunjangpelaksanaan meetode ini baik
secar vertical maupun horizontal.
2.
Organisasi
bahan pelajaran, perencanaan dan pelaksanaan metode ini sukar,harus memerlukan
keahlian khusus dari seorang guru.
3.
Harus
dapat memilih topik yang tetapsesuai kebutuhan siswa.
4.
Bahan
pelajaran sering menjadi luas, sehingga dapat menggabungkan pokok unit yang di
bahas.
3.
Metode latihan
Metode latihan atu drill juga bisa disebut dngan metode
training. Metode ini merupakan metode yang digunakan guru untuk mengajar dalam
upaya menanamkan berbagai kebiasaan atau keterampalan tertentu kepada siswa.
Dengan begitu mereka akan menguasai keterampilan atau kebiasaan baru, sebagai
bekal dalam kehidupan mereka kelak.
Adapun kelebihan dari metode ini adalah :
1.
Siswa dapat memperoleh kecakapan motoris,
seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
2.
Siswa dapaat memperoleh kecakapan
mental,missal dalam perkalian, penjumlahan, pengurangn dll.
3.
Siswa dapat membentuk kebiasaan dan menambah
ketepatan ataupun kecepatan dalam pelaksanaan.
Adapun kekurangan dari metode ini adalah:
1.
Menghambat bakat dan inisiatif siswa
2.
Menimbulkan penyesuaian secara statis
3.
Membosankan
4.
Datpat menimbulkan veerbalisme
4.
Metode Diskusi
Metode diskusi adalah cara
pembelajaran dengan memunculkan masalah. Metode diskusi ini sering dipertukarkan
dalam penggunaannya dengan metode tanya jawab. Dalam diskusi dapat saja muncul
pertanyaan, tetapi pertanyaan tersebut tidak direncanakan terlebih dahulu.
Dalam diskusi terjadi menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan
pendapat.
Adapun kelebihan dari metodde ini adalah:
2.
Menyadarkan kepada siswa bahwa pemecahan
masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.
3.
Siswa saling mengemukakan pendapat secara
konstruktif sehingga mendapatkan keputusan yang lebih baik.
4.
Membiasakan siswa untuk menddengarkan
pendapat orang lain. Dalam artian terjadi sikap toleransi.
Sedangkan kekurangannya adalah:
1.
Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
2.
Peserta diskusi mendapatkan informasi yang
terbatas.
3.
Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka
berbicara.
4.
Biasanya orang menghendaki pendekatan yang
lebih formal.
5.
Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara
penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Peragaan suatu
proses dapat dilakukan oleh guru sendiri atau dibantu beberapa siswa, dapat
pula dilakukan oleh sekelompok siswa. Metode ini dapat membantu pelajaran
menjadi lebih jelas dan lebih konkrit, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih
mudah memahami.
6.
Metode Karyawisata/Widyawisata
Metode karyawisata/widyawisata
adalah cara penyajian dengan membawa siswa mempelajari materi pelajaran di luar
kelas. Widyawisata ini suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu objek
tertentu untuk dipelajari atau untuk memperoleh informasi yang diperlukan.
Karyawisata dapat dilakukan di
sekitar sekolah atau ditempat lain. Kegiatan belajar di luar kelas ini mungkin
dipimpin oleh guru sendiri, atau oleh pembimbing lain seperti petugas lapangan
di kebun raya, museum, dan sebagainya.
7.
Metode Pemberian Tugas Dan Pembacaan (Recitation)
Dalam konteks ini, guru memberikan
suatu tugas kepada siswa dan mengaitkannya dengan tugas-tugas yang lain.seperti
seorang guru menyruh siswa untuk mencari dan membaca satu buku dan mmbaca buku
lain sebagai pembandingnya.
Adapun
kelebihan daari metode ini adalah:
1.
Pengetahuan
yang diperoleh siswa dari hasil belajar sendiri akan diingat lebih lama.
2.
Siswa
beerkesempatan untuk memupuk perkembangan dalam mengambil inisiatif dan
bertanggung jawab.
Sedangkan kekuranganya aadalah:
1.
Sering
kali siswa melakukan penipuan , dengan menyontek pekerjaan teman kelasnya.
2.
Terkadang
tugas ini dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
8.
Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode
pembeerian kessempatan kepad siswa, baik secara perorangan ataupun kelompok,
untuk dilatih melakukan suatu percobaan. Dengan meetodde ini diharapkan ia
dapat menemukan fakta, mengumpulkan data, dan melakukan eksperimen dan
memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.
Adapun beberapa kelebihan dari
metode ini adalah sebagai berikut:
1.
Siswa
lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaanya.
2.
Siswa
dapat mengembangkan studi untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) ilmu
dan teknologi.
3.
Siswa
dapat membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan yang didapatinya.
Beberapa kelemahan dari metodde ini
adalah:
1.
Kurangnya
sarana dan prasarana untuk bereksperimen
2.
Jika
eksperimen membutuhkan waktu yang lama maka siswa harus menanti untuk
melanjutkan pelajaran
3.
Metode
ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
BAB III
PENUTUP
A.
kesimpulan
Sekolah pertama kali diciptakan,
bukan dengan tujuan mendatangkan pelajar atau pembelajar, tapi bertujuan untuk
mengumpulkan pendengar atau audiens. Begitu banyak pendekatan dan model
pembelajaran yang dapat kita gunakan, dalam proses pembelajaran. Ragam metode
dan model mengajar dapat memberi keleluasaan kepada seorang guru untuk
menggunakan variasi dalam mengajar. Hal ini digunakan untuk merangsang minat
siswa terhadap materi yang diberikan.
Salah seorang pendidik terkenal, Jerome
S. Bruner, mengatakan bahwa anda dapat dapat mengajarkan suatu gagasan atau
konsep kepada siapa saja, pada tingkat usia mana saja asalkan anda bisa
menjelaskan itu dengan dengan kosa kata konseptualnya masing-masing. Artinya,
memakai istilah yang telah dipahami dan sering digunakan oleh mereka.(Win Wenger, 2011:62). Mengutip
penjelasan diatas maka dalam proses pembelajaran penyampaian materi harus kita
sesuaikan dengan bahasa keseharian yang di pahami oleh siswa, sehingga siswa
dapat dengan mudah memahami materi yang kita berikan. Pada dasarnya
pembelajaran yang evektif adalah pembelajaran yang menggabungkan beberapa model
pembelajaran dengan menjadikan suasana kelas yangaman sejuk, dan bisa mengajak
siswa untuk merasakan ketenangan, kesenangan, namun tetap focus dengan materi
yang disampaikan. Pendekatan-pendekatan
yang telah dijelaskan pada makalah ini merupakan hal-hal yang harus
diperhatikan oleh kita sebagai calon pendidik. Tinggal bagaimana kita memadukan
beberapa cara untuk pembelajaran yang kita inginkan
B. saran
penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Penulis bukanlah manusia yang
sempurna, melainkan seorang manusia biasa Dialah Allah yang memilikii segala
kesempurnaan. Harapan penulis agar diberikan saran dan kritikan yang membangun,
demi perbaikan selanjutnya. Mudah-mudahan makalah ini membawa manfaat bagi kita
semua dan menjadi amal ibadah yang akan dibalas oleh Allah SWT. Amin.....
DAFTAR
PUSTAKA
Shaleh hamid,
moh.2011. Metode edutainment. Yogyakarta
: diva press
Wenger win.
2011. Beyond teaching & learning :
bandung:nuansa
Asril zainal .
2010. Micro teaching : jakarta:pt raja
grafindo persada
Sudjana, d. (2000). Strategi pembelajaran. Bandung : falah
production.
Yamin, moh. 2009. Menggugat
pendidikan indonesia; belajar dari paulo
Fereira
dan kihajar dewantara. Yogyakarta: ar-ruzz media
Sanjaya, w.
2007. Strategi pembelajaran, berorientasi standar proses pendidikan. Penerbit
kencana prenada media group: jakarta.
Sumber makalah:
Hatimah, “
makalah ilmu pendidikan tentan metode-metode pembelajaran”
Khairil,:
implementasi model konstruktivisme dalam pembelajaran” :2009
Tanpa nama,
“pendekatan pembelajaran”
Sumber artikel:
Suhadi,”motifasi
belajar menggunakan pendekatan belajar tuntas”, 2009
Akhmad
sudrajat”strategi, teknik, dan model pembelajaran”, 2008
Akhmad
sudrajat”tentang Pendidikan holistic”, 2008
Tanpa nama,
“teori perkembangan cognitive”