Sabtu, 02 November 2013
bab 3
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan di sini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan expost facto, dimana peneliti melakukan kajian mengenai pengaruh kemampuan mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer (X) sebagai variabel bebas, terhadap hasil belajar (Y) sebagai variabel terikat. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan dengan cara mencari besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Wangi-wangi Kab Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan yaitu Januari sampai dengan februari 2014
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Iqbal Hasan ( 2009:58) “Populasi adalah totalitas dari semua objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya”. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Wangi-wangi Kab Wakatobi.
2. Sampel
Iqbal hasan ( 2009:58) “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diambil dengan cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas,dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi”. yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah populasi yaitu siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Wangi-wangi Kab Wakatobi.
D. Variabel Penelitian
Suharsimi Arikunto,(2002:96) Variabel adalah obyek penelitian atau apa saja yang menjadi titik suatu penelitian Dalam penelitian ini melibatkan dua variabel. yaitu:
1. kemampuan mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer (X), sebagai variable bebas. dan
2. hasil belajar (Y) sebagai variable terikat.
E. Devinisi Operasional Variabel
Variabel adalah gejala yang menjadi penelitian atau apa saja yang menjadi perhatian penelitian, yaitu :
a. Variabel bebas (X)
Sugiyono, (2002:21) Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab perubahan timbulnya variabel terikat. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit computer yang meliputi: Pengenalan komponen perangkat keras computer, Pengetahuan tentang gejala kerusakan pada perangkat lunak computer, Pengetahuan tentang gejala kerusakan pada perangkat keras computer. Variable bebas tersebut di ukur dengan menggunakan angket.
b. Variabel terikat (Y)
Sugiyono, (2002:21) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK N. 1 Wangi-Wangi.
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (1998:132), “Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, notulen rapat dan sebagainya”.
Dalam penelitian ini data yang diperoleh berasal dari pegawai tata usaha SMK Negeri 1 wangi-wangi untuk data nama siswa dan nomor induk siswa, nilai semester diperoleh dari guru bidang studi , X TKJ SMK N. 1 Wangi-Wangi
2. Metode Angket ( Kuesioner )
Angket yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Suharsimi Arikunto,1998:140). ). Dalam penelitian ini digunakan bentuk angket tertutup, yaitu angket yang kemungkinan jawabannya sudah ditentukan dahulu dan responden tidak diberi kesempatan memberikan jawaban lain ( Masri Singarimbun, 1989 : 177 ). Dalam artian pertanyaannya disertai dengan pilihan jawaban yang sudah ditentukan oleh peneliti, dapat berbentuk ‘ya’ atau ‘tidak’, dan dapat pula berbentuk sejumlah alternatif atau pilihan ganda. Apabila jawaban terlebih dahulu ditentukan pilihannya, maka tertutuplah kesempatan bagi responden untuk menggunakan jawaban lain menurut keinginan sendiri.
Bertujuan untuk mengukur pengetahuan tentang gejala kerusakan pada perangkat keras computer terhadap hasil siswa dengan menggunakan metode Likert’s Summated Rating (LSR). Metode ini merupakan penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai skalanya.
3. Validitas dan Reliabilitas Penelitian
a. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 2002:144). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Product Moment dengan Angka Kasar. Rumus Korelasi Product Moment dengan Angka Kasar adalah sebagai berikut:
rxy = ……………….( 1)
(Suharsimi Arikunto, 2002: 146)
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi antara x dan y
ΣX : Jumlah skor total butir item dari variabel x
ΣY : Jumlah skor total butir item dari variabel y
ΣX2 : Jumlah Kuadrat skor butir item x
ΣY2 : Jumlah Kuadrat skor butir item y
N : Jumlah sampel
Proses uji validitas menggunakan bantuan program SPSS for windows. Kriteria validitas instrumen penelitian adalah apabila harga rhitung lebih besar dar ipada rtabel, maka instrumen dianggap valid
b. Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik (Suharsimi Arikunto, 2002: 154). Untuk pengujian ini menggunakan metode pengujian reliabilitas Alpha Cronbach, dengan bantuan program SPSS for windows.
Rumus untuk menghitung koefisien reliabilitas instrument dengan menggunakan Cronbach Alpha adalah sebagai berikut:
(Arikunto, 2002: 173)
Keterangan
= Reliabilitas yang dicari
= Banyaknya butir pertanyaan atau banyak soal
= Jumlah varians skor tiap-tiap item
= Varians total
G. Teknik Analisis Data
Untuk menjawab permasalahan dan menguji hipotesis penelitian, maka data yang diperoleh dianalisis dengan teknik-teknik sebagai berikut:
1. Analisis deskriptif
Analisis ini bertujuan mendeskripsikan tentang pengaruh kemampuan dalam mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer dan hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK N. 1 Wangi-Wangi. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan teknik-teknik deskriptif yang meliputi tabel frekuensi dan persentase, rata-rata/mean (M), median,modus ,varian,dan standar deviasi (SD).
2. Uji Persyaratan Analisis
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis berdistribusi normal atau tidak. Untuk membantu perhitungan, maka proses pengujian dilakukan dengan computer menggunakan program SPSS for windows. Uji normalitas dilakukan dengan memperhatikan nilai signifikan Kolmogorof-Smirnov. Apabila nilai signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi (α), maka data tersebut berdistribusi normal, sedangkan bila nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi (α), maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas
Uji linieritas bertujuan untuk mengetahuai apakah dua variable berhubungan linear atau tidak. Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS for windows dengan menggunakn tes of linearity. dua variable dikatan mempunyai linear bila signifikansi ( linearity ) lebih kecil dari taraf signifikansi.
c. Uji Hipótesis
Untuk mengetahui besarnya hubungan pengaruh kemampuan dalam mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer terhadap hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK N. 1 Wangi-Wangi maka digunakan rumus korelasi product moment untuk mengetahui seberapa besar hubungan kedua variabel, dalam Arikunto (2002:46) sebagai berikut :
r XY= ………………..(2)
Keterangan :
rXY : Koefisien korelasi antara x dan y
ΣX : Jumlah skor total butir item dari variabel x
ΣY : Jumlah skor total butir item dari variabel y
ΣX2 : Jumlah kuadrat skor butir item x
ΣY2 : Jumlah kuadrat skor butir item y
N : Jumlah sampel
Dalam proses perhitungan menggunakan program SPSS for windows untuk mendapatkan nilai korelasi (r) antara pengaruh kemampuan dalam mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer dan hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK N. 1 Wangi-Wangi. Kemudian menentukan nilai t hitung dengan menggunakan rumus
t hitung= …………….(3)
(Priyatno :2008)
keterangan :
r : Koef. korelasi sederhana
n : jumlah data / kasus
bab I
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemerintah merumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menjelaskan bahwa pendidikan dilakukan agar mendapatkan tujuan yang diharapkan bersama yaitu:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 UU RI No 20/ 2003).
Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan masyarakat yang dinamis dan sarat dengan perkembangan. Pendidikan merupakan masalah yang penting bagi setiap bangsa khususnya bangsa Indonesia sebagai negara berkembang. Untuk mencapai pendidikan yang maksimal, Sekolah diharapkan bukan hanya menghasilkan siswa yang mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting adalah siswa giat belajar dan mempunyai keinginan untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Tuntutan akan hasil belajar yang optimal harus di iringi dengan penguasaan siswa akan teknologi dan informasi, baik berupa software resources maupun hardware resources. Konsep umum dari Software resources tidak hanya set-set dari instruksi pengolahan informasi yang dikenal dengan program, yang secara langsung mengontrol computer hardwares, tetapi juga meliputi set-set dari instruksi pengolahan informasi yang dikenal dengan prosedur seperti system software, application software, dan lain-lain. Sedangkan hardware resources meliputi seluruh perangkat fisik dan material berupa system computer dan computer peripheral yang sering digunakan didalam pemrosesan informasi yang meliputi tidak hanya mesin-mesin seperti computer dan perangkat lainya, tetapi juga sluruh media data...(Alifuddin, 2012).
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang mendidik siswa-siswinya dengan keahlian dan keterampilan, juga mendidik agar mampu memilih karir, berkompetensi, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian. Sekolah menengah kejuruan mempersiapkan lulusannya siap menghadapi dunia kerja.
Sesuai dengan Visi SMK N. 1 Wangi-Wangi Menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang menghasilkan tamatan berkualitas,mandiri, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan dan tuntutan yang terjadi dimasyarakat, dunia usaha dan dunia industri berdasarkan IMTAQ.
Misi SMK N. 1 Wangi-Wangi
1. Meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan dibidang perikanan,teknik mekanik otomotif dan Teknik Innformatika dan Komputer ( TKJ ) serta dibidang akomodasi perhotelan yang berkualitas ,profesional dan mandiri.
2. Melaksanakan proses pembelajaran secara efektif, disiplin,teratur,konsisten dan berkelanjutan,
3. Mengembangkan jaringan kerja sama yang produktif dengan Dunia Usaha / Industri
4. Mengikut sertakan guru maupun siswa dalam berbagai iven lomba baik tingkat lokal,regional maupun nasional.
5. Membekali siswa dengan kemampuan normatif,adaptif dan produktif.
6. Mengembangkan Pembinaan kegiatan keagamaan.
Program Kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah sebuah program kejuruan yang mempelajari seputar jaringan komputer dan perkembangannya. Program keahlian ini mempelajari berbagai hal, dari mengenal jaringan komputer, merancang, mengembangkan, dan melakukan perbaikan baik hardware maupun software dalam bidang jaringan komputer. Seperti diketahui teknologi jaringan komputer akhir-akhir ini sangat berkembang, terutama perkembangan dunia internet. Perkembangan internet yang sangat cepat ini menuntut dibutuhkannya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten di bidang jaringan komputer dalam memenuhi tuntutan pasar. Untuk itulah, komputer yang merupakan unit pembelajaran utama pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan harus dapat dipahami dengan baik sehingga hal – hal yang berkaitan dengan komputer, baik meliputi hardware, software maupun mendeteksi gejala kerusakan pada komputer menjadi materi – materi pembelajaran yang mesti diketahui dan dikuasai oleh siswa.
Secara istilah, komputer dikenal sebagai suatu alat elektronik yang berfungsi membantu tugas sehari-hari melalui operasi perhitungan dan logika yang telah diprogramkan kepadanya (Sahwan Nugraha, 2011:1).
Komputer merupakan perangkat elektronik yang memberikan kemudahan dalam penyelesaian pekerjaan yang rumit. Dengan alasan itulah menjadikan komputer sebagai alat bantu segala kegiatan siswa. Sehingga, apabila timbul gejala kerusakan dapat mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, antara lain kecerdasan intelektual, kondisi social ekonomi, kondisi lingkungan pergaulan, minat dan kemauan belajar, dan sebagainya. Namun ada satu faktor penting lainya yang layak dan harus diperhatikan dalam kaitanya dengan hasil belajar siswa SMK, yaitu kemampuan praktek (produktif) siswa. Dalam tatanan kehidupan sehari-hari siswa SMK, kemampuan ini sangat di perlukan dalam menjawab tantangan globalisasi. Sekaligus bisa menjadi sumber pendapatan di kemudian hari.
Kemapuan produktif disini erat kaitanya dengan minat dan bakat dari siswa itu sendiri.
Menurut (Slameto, 2003 : 57) : “ minat mendorong individu melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Minat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Begitu juga bakat,... jika bahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil belajarnya lebih baik, karena siswa senang belajar dan pasti selanjutnya siswa lebih giat lagi dalam belajar”.
Dari penjelasan diatas, kemudian mendorong peneliti untuk melaksanakan suatu penelitian yang berkaitan dengan “Pengaruh Kemampuan Siswa Mendiagnosa Gejala Kerusakan pada Perangkat Unit Komputer dengan Hasil Belajar Siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK N. 1 Wangi-Wangi”.
B. Perumusan masalah
Berdasarkan penjelasan singkat pada latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
“ Seberapa besar pengaruh kemampuan siswa dalam mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer dengan hasil belajar siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK.N. 1 Wangi-Wangi?”
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :
“ untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh kemampuan siswa dalam mendiagnosa gejala kerusakan pada perangkat unit komputer dengan hasil belajar siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK.N. 1 Wangi-Wangi”
D. Manfaat Penelitian
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kemampuan siswa dalam mendiagnosa kerusakan pada perangkat unit komputer terhadap hasil belajar siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK.N. 1 Wangi-Wangi.
2. Sebagai sumber data akurat dalam upaya peningkatan mutu dan kemampuan Sumber Daya Manusia bagi lembaga pendidikan khususnya Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK).
3. Sebagai referensi sumber informasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran bagi pendidik ( Guru )
4. Sebagai bahan masukan untuk Lembaga Pendidikan dalam upaya memajukan sumber daya manusia yang optimal.
5. Sebagai acuan untuk lebih mempersiapkan diri kedepannya demi mendapatkan hasil yang optimal bagi siswa/ siswi.
6. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk peneliti berikutnya yang sejenis..
Langganan:
Komentar (Atom)